Tampilkan postingan dengan label RENUNGAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RENUNGAN. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 Mei 2012

MENJADI PRIBADI YANG MANDIRI


Menjadi sukses adalah dambaan setiap orang. Namun tidak semua orang mengetahui dan memahami jalan menuju kesana. Kadangkala orang masih menggantungkan keinginan suksesnya pada orang lain dan bersandar pada lingkungan yang menurutnya dapat membuat ia berhasil.
Ternyata hal itu adalah salah. Kita tidak bisa menggantungkan sepenuhnya kepada orang lain. Kesusksesan hanya bisa diraih dengan kemampuan kita sendiri. Bergantung pada sikap kita, perilaku kita. Sehingga tidak bijak jika kita menyalahkan lingkungan atau keadaan diluar kita ketika kesuksesan belum diraih.
Maka mulailah bercermin pada diri sendiri, lihat kemampuan diri, dan sedapat mungkin minimalisir ketergantungan kepada orang lain. Sekuat tenaga kita harus menjadi pribadi mandiri yang mampu meraih sukses dengan usaha sendiri.
 
Berikut tips singkat agar kita punya pribadi yang mandiri :
1. Selalu berupaya menambah kapasitas keilmuan
Untuk meningkatkan daya akal kita, setiap peluang ilmu, ambil dan jangan sia-siakan. Karena setiap tempat, keadaan, siapapun dapat menjadi lading ilmu bagi kita. Melatih diri dan riyadhoh selalu, karena ilmu tanpa praktek adalah teori semata dan tidak bermanfaat bagi kita. Jadi setelah mendapat ilmu baru segera di amalkan. Latih agar terbiasa, hingga nantinya dapat menjadi sebuah kebiasaan yang baik.
2. Cari lingkungan kondusif
Baik untuk berkarya ataupun untuk beribadah, jika tujuan kita didukung oleh lingkungan yang kondusif, Insya Alloh cita cita kita akan lebih mudah diwujudkan.
3. Jangan cengeng
Tahan air mata anda didepan orang banyak dimanapun anda berada. Apalagi di kantor misalnya, bila tidak mau dianggap aneh. Anda bisa di cap terlalu sensitif dan tidak kuat dalam menghadapi masalah.
4. Selalu siap tempur
Nyalakan semangat dalam diri anda setiap hari. Katakana dalam hati bahwa anda adalah pribadi yang tangguh dan siap menghadapi segala tantangan. Taklukkan tantangan, jadikan masalah sebagai teka teki yang harus dipecahkan. Belajarlah untuk menghadapinya sendiri tanpa bantuan orang lain.
5. Menjadi pribadi yang komunikatif
Tinggalkan pribadi yang pendiam dan acuh pada sekitar. Saatnya anda menjalin komunikasi dengan lingkungan. Jadi kalau anda butuk pertolongan, orang orang jadi tidak segan untuk membantu.
6. Mengakui kesalahan
Meskipun mudah diungkapkan tapi susah dilakukan. Perlu kebesaran hati untuk bisa menerapkannya, apalagi kalau ternyata anda adalah pribadi dengan gengsi tinggi.
7. Tidak gampang terpengaruh 
     Dalam situasi apapun, sepanjang anda punya prinsip yang kuat dalam berusaha, jangan pedulikan apa kata orang, anda punya hak untuk menentukan jalan hidup anda sendiri.

Kamis, 23 Februari 2012

Saat terbaik untuk BERTAWAKAL


“Barang siapa bertawakal kepada Alloh, maka Dia akan mencukupi(kebutuhanmu)…” (QS At-Thalaq :3).
Jika sebuah peristiwa menimpa kita, maka tawakal bisa menjadi alat untuk mengubah peristiwa tersebut agar sesuai dengan harapan kita.
Dalam bahasa latin, tawakal pun bisa mengantarkan kita ke sebuah ranah takdir penuh kebaikan. Persoalannya, tawakal seperti apa yang bisa mengubah takdir kita?? Sebab, tak sedikit mereka yang salah persepsi tentang pemahaman tawakal ini.
Sebagian memahaminya dengan keliru, bahwa tawakal adalah pasrah secara total kepada Alloh tanpa berbuat apapun. Sebagian lainnya, menganggap tak penting soal tawakal. Yang penting bagi mereka adalah kerja keras, sehingga mereka kadang memaknai doa-doa yang dipanjatkan kepada Alloh hanya sebatas penenang hati.
Kesalahan pemahaman ini pernah terjadi pada masa Rosululloh SAW. Dikisahkan, suatu hari seorang Badui datang kepada nabi Muhammad SAW dengan menunggang seekor unta.
Sesampainya didepan masjid, orang badui tersebut langsung masuk masjid dan membiarkan tunggangannya ini tanpa mengikatnya. Ketika ditanya oleh sahabat yang lain, ia menjawab “saya bertawakal kepada Alloh, saya serahkan sepenuhnya unta saya ini kepada Alloh.”
Mendengar itu, Nabi SAW bersabda, “ikatlah unta itu, kemudian bertawakallah kepada Alloh.”
TAWAKAL,  bukanlah hanya berdiam diri tanpa usaha. Tawakal juga bukan kepasrahan buta tanpa upaya.
Tawakal berarti mewakilkan atau menyilakan segala sesuatunya kepada Alloh SWT setelah upaya demi upaya termasuk ikhtiar dan doa sudah dilakukannya secara maksimal. Jika belum ada upaya dan tak dibarengi dengan ikhtiar dan doa, maka belumlah disebut tawakal.